Aktris Indonesia

Fakta Di Balik Penangkapan Nia Ramadhani dan Suaminya

Tim kuasa hukum Nia Ramadhani dan Adri Bakrie telah mengajukan permohonan rehabilitasi kliennya ke Polres Metro Jakarta Pusat.

“Sudah (mengajukan permohonan rehabilitasi),” ujar kuasa hukum Nia dan Ardi, Wa Ode Nurzaenab di Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat 9 Juli malam.

Untuk saat ini, Wa Ode mengaku tak tahu proses permohonan rehabilitasi sudah sejauh apa. Namun dia berharap agar pihak Polres Metro Jakarta Pusat segera melakukan asesmen terhadap kliennya.

“Semoga dalam waktu dekat ini asesmen dari pihak kepolisian dan bisa diberikan rehabilitasi,” ucap Wa Ode.

Sebab menurutnya, bintang sinetron Bawang Merah Bawang Putih itu dan suaminya merupakan korban. Dia mengatakan, berdasarkan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, korban harus mendapat rehabilitasi.

“Ingat ya, ini korban, harus diberikan pengobatan medis sehingga mereka bisa kembali ke masyarakat,” kata Wa Ode.

Adapun Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie sampai saat ini masih diperiksa secara intensif di Polres Metro Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Nia Ramadhani, Ardi Bakrie tdan sopir mereka, ZN telah ditetapkan sebagai tersangka atas penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Akibat perbuatannya, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie disangkakan dengan Pasal 127 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Satresnarkona Polres Jakarta Pusat mendatangi kediaman Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie di Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Rabu 7 Juli sekitar pukul 9.00 WIB.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, setiba di lokasi polisi langsung melakukan penggeledahan dan mengamankan seseorang pria bernama ZN, sopir Ardi dan Nia.

Polisi mengamankan 1 klip sabu-sabu seberat 0,78 Gram dan alat isapnya dari kediaman Nia di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Nia Ramadhani mengakui kepada penyidik bahwa suaminya, Ardi Bakrie juga mengonsumsi narkoba bersamanya.

Saat menggeledah kediaman Nia, Ardi Bakrie tidak ada di lokasi. Namun, pada sore harinya Nia menelepon suaminya dan pada Pukul 20.00 WIB, Ardi menyerahkan diri.

Polisi menyebut, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie mengonsumi barang terlarang tersebut lantara beban kerja yang banyak. “Pengakuannya tekanan kerja yang banyak. Itu alasan klasik,” kata Yusri di Polres Jakarta Pusat, Kamis 8 Maret.

Kepada polisi, keduanya mengaku baru mengonsumsi barang haram tersebut selama lima bulan. Nia Ramadhani ternyata masih dalam pengaruh narkoba beberapa jam sebelum ditangkap.

“Ya, paginya baru pakai sabu-sabu,” kata Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Indraweienny Panjiyoga saat dikonfirmasi, Jumat 9 Juli.  

“TKP-nya hari Rabu kemarin, tanggal 7, pukul 15.00 WIB di daerah Pondok Pinang, Kebayoran lama, Jakarta Selatan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis 8 Juli.

Ia mengatakan dalam giat tersebut, petugas mengamankan tiga orang yakni Ardi atau AAB (42), Nia Ramadhani atau RA (31), dan sosok yang berprofesi sebagai sopir keduanya, ZN (43).

Yusri kemudian menerangkan kronologi penangkapan tiga sosok tersebut. Semua itu berawal dari informasi yang diterima Satnarkoba Polrestro Jakarta Pusat.

“Kemudian didalami oleh Satnarkoba, berhasil mengamankan seorang, inisial ZN, yang merupakan sopir atau pembantu dari pada keluarga RA dan AAB. Saat digeledah terhadap saudara ZN ini ditemukan satu klip narkotika jenis sabu,” ujarnya.

Dari temuan tersebut, ZN kemudian diinterogasi dan diperoleh pengakuan bahwa barang tersebut adalah barang milik atasannya. Alhasil, penyidik melakukan penggeledahan di kediaman RA dan AAB.

“Hasil penggeledahan ditemukan bong milik saudari RA, kemudian dilakukan pendalaman dan mengakui bahwa juga suaminya, saudara AAB, juga menghisap bersama. Menggunakan sabu ini bersama-sama. Tetapi, saat di TKP saudara AAB tidak ada, sehingga saudara ZN dan RA dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat,” ujar Yusri.

Kemudian, RA menghubungi AAB, dan suaminya tersebut tiba pada malam hari. “Setelah [waktu salat] isa, jam 20.00 WIB, saudara AAB datang ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk menyerahkan diri,” kata Yusri.

Selanjutnya, dilakukanlah tes terhadap tiga orang tersebut. Hasilnya, tes urine menyatakan positif mengandung metamfetamin atau sabu Untuk memastikan lagi, kata Yusri, polisi pun melakukan pemeriksaan dengan mengirim sampel darah dan rambut ketiga sosok tersebut ke laboratorium.